Archive for April 2006
Serba pusing
Harga BBM di pasaran dunia masih terus tinggi. Indonesia sebagai salah satu anggota OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) secara logika normal seharusnya senang, karena pemasukannya dari sektor minyak naik. Tetapi kenyataannya, sekarang ini pejabatnya sedang pada bingung menyiasati naiknya harga minyak tersebut. Kata Pak Wapres, dengan semakin tingginya harga minyak dunia saat ini, semakin besar pula uang yang harus dikeluarkan pemerintah untuk membayar subsidi BBM. Kenapa semakin besar? karena ternyata jumlah impor BBM indonesia cukup besar. Jadi status Indonesia adalah pengekspor yang mengimpor. Sampai dengan paragraf ini, saya jatuh pusing dengan 1 bintang berputar-putar di atas kepala.
Lalu, dengan naiknya harga minyak dunia, pemerintah Indonesia ingin menyesuaikan diri dengan menaikkan harga BBM sehingga jumlah subsidi BBM yang harus dibayarkan akan berkurang. Masalahnya, dengan menaikkan harga BBM, harga-harga barang yang lain, baik yang berhubungan langsung dengan BBM maupun yang tidak berhubungan sama sekali, ikut naik pula (Tarif naik becak aja naik padahal becak itu nggak pakai BBM). Sampai dengan paragraf ini, bertambah lagi satu bintang yang ikut berputar-putar di atas kepala.
Selanjutnya, ada usulan dari Bappenas untuk menaikkan pajak kendaraan bermotor (peminum BBM) sampai 500%. Usulan yang bagus sekaligus jelek. Dengan dinaikkannya pajak secara ekstrim, hal yang paling mungkin terjadi adalah adanya gonjang-ganjing di industri kendaraan bermotor. Akibat lebih lanjut, akan terjadi PHK besar-besaran di sektor ini (dan juga sektor-sektor pendukungnya). Sampai di sini, bertambah lagi satu bintang yang berputar-putar di atas kepala.
Sudah tiga bintang yang berputar-putar di atas kepala saya saat ini, dan itu sudah membuat kepala saya sangat pusing. Jadi daripada tambah pusing lagi, lebih baik saya cukupkan saja postingannya sampai di sini?
*#%&~+*'# poesink euy…
Lara Croft sobek celananya

Kasihan Lara Croft, celananya sobek. Si Santa Clauss iseng pula, mengintip dari balik jendela. Siapakah gerangan yang telah merobek celana Lara Croft? Brad Pitt kah? hmm… sadis kali pun sobekannya…
Robert Ballard, si penemu bangkai Titanic
Oseanografer Robert Ballard adalah salah seorang ilmuwan yang cukup dikenal di Amerika. Dua puluh tahun yang lalu dia menemukan bangkai kapal laut legendaris Titanic yang tenggelam di Samudera Atlantik pada tahun 1912. Saat ini ia memimpin Institute for Exploration di Mystic Aquarium, Connecticut. Dia juga mengajar oseanografi di Universitas Rhode Island dan seorang explorer-in-residence di National Geographic Society, dimana ia meneliti tentang kedalaman laut dan angkasa sekaligus.
Berbeda dengan sebagian besar ilmuwan yang lebih banyak bekerja di laboratorium, Robert Ballard lebih banyak mengerjakan penelitiannya di tempat-tempat yang eksotis. Bahkan dia mengatakan bahwa dialah satu-satunya orang di dunia ini yang paling banyak melihat dasar samudera. Ketertarikannya pada keajaiban laut telah tumbuh sejak ia kanak-kanak, saat dimana ia tinggal dekat San Diego, Kalifornia, di pantai yang menghadap ke Samudera Pasifik. Dia tumbuh di tepi benua, di sebuah daerah dimana laut bukan merupakan musuh, dimana ia dapat bersahabat dan belajar tentang laut, berenang di sepanjang pantai berpasir yang cantik. Sejak kecil dia banyak menghabiskan waktunya di luar rumah, bermain dengan sahabat karibnya: laut. Dimulai dari berjalan di pantai, berenang dan kemudian menyelam.
Ballard menyadari bahwa ia tidak mungkin dapat mencapai kedalaman laut seperti yang dia inginkan tanpa peralatan selam, mengingat kedalaman laut rata-rata lebih dari 3.600 meter. Setelah lulus dari Universitas Kalifornia di Santa Barbara dan bertugas di Angkatan Laut Amerika Serikat, akhirnya ia bekerja sebagai peneliti kelautan di Institut Oseanografi Woods Hole, Massachusetts. Di sana ia membangun penelitian penyelaman di laut dalam atau submersibles.
Dengan bantuan robot penjelajah laut, Ballard menemukan bangkai Titanic. Prestasi yang dicapainya mendapat perhatian dunia dan bahkan menjadi bagian dari film layar lebar Titanic yang cukup terkenal itu.
Meskipun dalam film Titanic digambarkan bahwa Ballard dan kelompok eksplorasi laut dalamnya bergembira dengan apa yang ditemukan tersebut, dalam kondisi sebenarnya reaksi yang terjadi sangatlah kompleks. Pada satu sisi mereka bergembira dengan keberhasilan yang dicapai, namun di sisi lain juga sedih mengingat banyaknya jumlah korban yang meninggal.
Robert Ballard juga memikirkan tentang nasib bangkai Titanic sejak penemuannya itu. Sekitar dua tahun yang lalu, ia kembali melakukan kunjungan ke bangkai Titanic yang teronggok di kedalaman 3.600 meter tersebut untuk menyelidiki dan mencatat kerusakan yang terjadi akibat kegiatan bawah laut yang telah dilakukan terhadap Titanic. Usahanya ini menghasilkan perjanjian internasional yang menjadikan bangkai Titanic sebagai benda yang dilindungi.
*sumber: http://www.voanews.com*