blogonesia

my daily blogosphere, my virtual world

Archive for Juli 2006

Gaya ngeles pejabat

with 7 comments

Coba baca potongan berita dari Liputan 6 SCTV ini (berita lengkap ada di sini):

Diakui Pariatmono, pihaknya bingung atas informasi dari Badan Meteorologi Jepang serta Pacific Tsunami Warning Center di Hawaii. Menurut dia, dalam buletin tsunami yang dipublikasikan di situs internet sesaat pascagempa melanda, kedua badan pemantau menilai gempa tidak akan memicu tsunami. Priatmono jadi bingung lantaran kedua badan itu mengklaim telah memperingatkan pemerintah akan bahaya tsunami. “Berdasarkan data yang mereka miliki, gempa tidak akan menimbulkan tsunami yang merusak. Itu yang ada dan jelas tertulis di website mereka,” kata dia.

Selanjutnya coba anda baca juga peringatan dini dari PTWC berikut ini (jurnal lengkap bisa dibaca di sini):

A destructive widespread tsunami threat does not exist based on historical earthquake and tsunami data.

However – there is the possibility of a local tsunami that could affect coasts located usually no more than a hundred kilometers from the earthquake epicenter. Authorities for the region near the epicenter should be aware of this possibility. Areas further from the epicenter could experience small sea level changes and strong or unusual coastal currents. Due to only limited sea level data from the region it is not possible for this center to rapidly confirm nor evaluate the strength of a tsunami if one has been generated.

Estimated initial tsunami wave arrival times. Actual arrival times may differ and the initial wave may not be the largest. The time between successive tsunami waves can be five minutes to one hour.

Coba baca dengan seksama komentar beliau yang ini:

“Berdasarkan data yang mereka miliki, gempa tidak akan menimbulkan tsunami yang merusak. Itu yang ada dan jelas tertulis di website mereka,” kata dia.

Memang secara eksplisit PTWC tidak menyebutkan tentang tsunami yang merusak, tetapi mereka jelas-jelas menyebutkan tentang kemungkinan adanya tsunami. Lebih dari itu mereka juga sudah memberikan perkiraan waktu tiba gelombang tsunami di wilayah Cilacap. PTWC juga hanya menyebutkan bahwa tsunami lokal akan terjadi pada radius hingga 100 km dari epicenter, tetapi dia juga mengingatkan bahwa pemerintah daerah yg lokasinya dekat dengan epicenter (pusat gempa) diminta waspada akan kemungkinan terburuk tsunami yang bisa saja terjadi.

Jadi… ayo dong jangan ngeles aja, mari kita perbaiki saja sistem yang belum baik itu bersama-sama. ‘Tul gak?

Written by agusset

Juli 20, 2006 at 2:05 pm

Ditulis dalam opinion

Saatnya mengenalkan mereka dengan bencana alam

with 4 comments

Sepertinya tahun-tahun ini adalah periode ulang terjadinya gempa-gempa besar yang bersifat merusak dan mematikan di Indonesia. Beberapa kejadian gempa besar dengan jumlah korban dan kerusakan yang sangat banyak telah terjadi secara berurutan di wilayah Indonesia, mulai dari gempa dan tsunami di Aceh pada akhir tahun 2004, gempa Yogyakarta Mei 2006, gempa selatan Jawa yang membangkitkan tsunami di sepanjang pantai selatan Jawa.

Adanya seismic dan generation gap (seperti yang ditulis oleh Rovicky) menjadikan generasi saat ini banyak yang tidak tahu tentang hal-hal yang berhubungan dengan bencana alam gempa bumi dan tsunami. Apalagi, arsip-arsip tentang kegempaan di masa lalu pun sulit untuk didapatkan, atau bahkan malah tidak ada sama sekali mengingat kebiasaan jelek kita yang malas mencatat sejarah. Untuk itu, ada baiknya jika mulai saat ini, di saat dimana warga mulai antusias mencari tahu banyak hal tentang gempa, lembaga-lembaga yang bergerak dalam bidang sosial bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang menangani masalah bencana alam dan ilmu-ilmu kebumian menyebarkan seluas mungkin informasi-informasi tentang hal ini melalui media massa, sekolah-sekolah, dan kantor-kantor.

Dengan memberikan sebanyak mungkin informasi tentang bencana alam, seperti gempa bumi dan tsunami, lambat laun kepekaan dan kewaspadaan masyarakat akan semakin meningkat. Masyarakat juga menjadi terlatih untuk tidak mudah panik dan termakan isu-isu menyesatkan yang disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, bagi pemerintah, tumbuhnya kepekaan dan kewaspadaan akan memudahkan penyampaian peringatan dini bencana dan proses mitigasinya.

Written by agusset

Juli 19, 2006 at 1:56 pm

Ditulis dalam opinion

Cerita gembira dari Olimpiade Fisika 2006

with 3 comments

Berikut ada tulisan singkat dari Prof. Yohanes Surya.

Hasil ini menunjukkan bangsa kita punya potensi besar untuk sukses di dunia, kita hanya perlu kerja keras untuk mencapai itu.

Beberapa kesan dari Olimpiade Fisika Dunia ke-37 Singapore 2006

Waktu upacara pembagian medali, Dutabesar kita duduk disamping para dutabesar dari berbagai negara seperti Filipina, Thailand, dsb. Waktu honorable mention disebutkan, ternyata tidak ada siswa Indonesia. Dubes-dubes bertanya pada dubes kita (kalau diterjemahkan) “kok nggak ada siswa Indonesia”. Dubes kita tersenyum saja. Kemudian setelah itu dipanggil satu persatu peraih medali perunggu. Ada yang maju dari Filipina, Thailand, Kazakhtan dsb. Lagi-lagi dubes negara sahabat bertanya “kok nggak ada siswa Indonesia?” Kembali dubes kita tersenyum. Dubes kita menyalami dubes yang siswanya dapat medali perunggu.

Kemudian ketika medali perak disebut, muncul seorang anak kecil (masih SMP) dengan peci sambil mengibarkan bendera kecil, dan namanya diumumkan Muhammad Firmansyah Kasim…dari Indonesia… Saat itu dubes negara sahabat kelihatan bingung, mungkin mereka berpikir “nggak salah nih…”. Ketika mereka sadar, mereka langsung mengucapkan selamat pada dubes kita. Tidak lama kemudian dipanggil mereka yang dapat medali emas. Saat itu dubes negara sahabat kaget luar biasa, 4 anak Indonesia maju ke panggung berpeci hitam dengan jas hitam, gagah sekali. Satu persatu maju sambil mengibar-ngibarkan bendera merah putih . Mengesankan dan mengharukan. Semua dubes langsung mengucapkan selamat pada dubes kita sambil berkata bahwa Indonesia hebat.

Tidak stop sampai disitu. ketika diumumkan “the champion of the International physics olympiade XXXVII is……. Jonathan Pradhana Mailoa”. Semua orang Indonesia bersorak. Bulu kuduk berdiri, merinding…Semua orang mulai berdiri, tepuk tangan menggema cukup lama… Standing Ovation….Hampir semua orang Indonesia yang hadir dalam upacara itu tidak kuasa menahan air mata turun. Air mata kebahagiaan, air mata keharuan…. Air mata kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang besar…..Segala rasa capai dan lelah langsung hilang seketika… sangat mengharukan….

Selesai upacara, semua orang menyalami. Orang Kazakhtan memeluk erat-erat sambil berkata “wonderful job…” Orang Malaysia menyalami berkata “You did a great job…” Orang Taiwan bilang :”Now is your turn…” Orang Filipina: “amazing…” Orang Israel “excellent work…” Orang Portugal: “Portugal is great in soccer but has to learn physics from Indonesia”, Orang Nigeria :”could you come to Nigeria to train our students too?” Orang Australia :”great….” Orang Belanda: “you did it!!!” Orang Rusia mengacungkan kedua jempolnya.. Orang Iran memeluk sambil berkata “great wonderful…” 86 negara mengucapkan selamat… Suasananya sangat mengharukan… saya tidak bisa menceritakan dengan kata-kata…

Gaung kemenangan Indonesia menggema cukup keras. Seorang prof dari Belgia mengirim sms seperti berikut: “Echo of Indonesian Victory has reached Europe! Congratulations to the champions and their coach for these amazing successes! The future looks bright….” Marc Deschamps.

Ya benar kata Prof. Deschamps, kita punya harapan….

Salam
Yohanes

Written by agusset

Juli 19, 2006 at 9:58 am

Ditulis dalam news, science and technology