Hari Sabtu, 26 Juli 2008 yang baru lalu saya dan istri mengikuti acara Seminar Nasional Kelautan dan Perikanan di Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Pertanian UGM dengan tema ”Inovasi Riset untuk Meningkatkan Nilai Tambah Produk Perikanan dan Kelautan”. Kebetulan kami memang menggeluti bidang yang sama, yaitu oseanografi, dan pada acara ini sama-sama membuat makalah. Kebetulan lagi, anak semata wayang kami masih liburan sekolah, baru akan masuk hari Senin, 28 Juli 2008, jadi kami memutuskan untuk mengajaknya ke acara seminar sehari itu, sekalian liburan di Jogja.
Kami (saya sekeluarga beserta 1 orang mahasiswa istri saya) berangkat ke Jogja naik mobil, start dari Bandung hari Jumat pukul 06.00, sempat mampir satu jam di rumah orang tua saya di Kebasen untuk melaksanakan shalat Jumat dan makan siang. Btw, Kebasen ini adalah nama sebuah desa sekaligus kecamatan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Desa ini tepat berada di tepi Sungai Serayu, sungai dimana saya sempat hanyut waktu SMP dulu (alhamdulillah masih bisa menyelamatkan diri).
Kami tiba di Jogja sore hari, sekitar pukul 16.30, bermalam di Wisma MM UGM yang sudah kami pesan sepekan sebelumnya. Saat kesasar mencari Wisma MM UGM ini, kami sempat melihat gerobak tukang jualan Cilok Bandung di pintu masuk utama UGM. Lho koq sebegitu menariknya si mang Cilok sampai difoto segala? Soalnya sepulangnya dari Hamburg anak saya jadi suka sekali makan Cilok, makanya setiap kali melihat tukang jualan Cilok kami suka geli sendiri. Karena kesukaannya akan Cilok ini, sampe-sampe saudara sepupunya yang sudah sejak lahir tinggal di Bandung pun penasaran ikut mencoba makan Cilok, yang selama ini belum pernah dicobanya, dan akhirnya ikutan suka juga. hehehe… Akhirnya, setelah sempat beberapa kali nanya, kami sampai juga di Wisma MM. Lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat seminar, kamarnya pun cukup bagus.
Acara seminar dibuka dengan 2 pembicara kunci, yaitu Prof. Dr. Hari Eko Irianto, MSc. Kepala Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan dan Dr. Ir. Ustadi, MP Ketua Jurusan Perikanan UGM. Sayangnya, saya tidak bisa konsentrasi mendengarkan apa yang dipaparkan oleh mereka karena kebetulan saya memilih tempat duduk agak di belakang dan kebetulan lagi, banyak peserta di sekitar saya yang asyik ngobrol sendiri. Sebuah kebiasaan buruk yang tidak hanya sekali ini saya temukan dan alami. Terakhir kali mengikuti acara kenaikan kelas di sekolah anak saya dan workshop di kantor, hal yang sama pun terjadi. Mereka lebih suka ngobrol sendiri, padahal sedang ada orang yang berbicara di mimbar.
Selesai pembicara kunci, seminar dibagi ke dalam beberapa kelas. Menurut saya jumlah kelasnya terlalu banyak sehingga pendengar di setiap kelas hanya segelintir saja (coba lihat foto di samping kanan, banyak kursi yang kosong). Kurang greget dan kurang menantang. Apalagi waktu untuk setiap pembicara hanya dijatah 10 menit saja, terlalu singkat untuk bisa bercerita mengenai inovasi riset yang menjadi tema seminar ini mengingat pendengar bukan berasal dari latar belakang keilmuan dan keahlian yang benar-benar sama. Secara umum, dengan kondisi seperti ini, hanya sedikit manfaat yang didapatkan dari acara ini, menurut saya.
Tidak cukup “terhibur” dengan seminar yang langweilig alias membosankan (menurut anak saya yang ikut menjadi pendengar sambil main Nintendo DS), kami cukup terhibur dengan acara ketemu kawan lama waktu di Jerman dulu dan juga acara jalan-jalan, meskipun harus kesasar beberapa kali. Kami sempat jalan-jalan menikmati suasana Malioboro di malam hari, meskipun tidak sempat mencoba makan lesehan di sana karena anak kami gak mau. Sempat melihat-lihat Pasar Spanyol (Separo Nyolong) yang buka malam hingga dinihari, belanja batik, dan menikmati makan gudeg Jogja.
Btw. kalau ada yang tertarik, berikut adalah link untuk mengunduh makalah saya yang berjudul “Model pasang surut tidak linear dengan metode asimilasi data variasional”.
bang menurut u pendidikan kritis itu seperti apa sih?. oh ya kalau ada seminar pendidikan kabari dong!
[...] Model pasang surut tidak linear dengan metode asimilasi data variasional, ukuran file 961 kB, makalah yang saya presentasikan di Seminar Nasional Kelautan dan Perikanan di Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Pertanian UGM dengan tema ”Inovasi Riset untuk Meningkatkan Nilai Tambah Produk Perikanan dan Kelautan”, yang berlangsung hari Sabtu, 26 Juli 2008. Sedikit cerita tentang acara seminarnya bisa dilihat di sini. [...]