Speedy oh Speedy
Bulan November 2008 ini Speedy di rumah saya betul-betul mengecewakan, gak stabil dan lebih banyak mati daripada hidupnya. Dari kuota 3 GB yang ada, sampai medio November baru kepakai 4,66% (~140MB) saja. Sudah coba nelepon ke 147 lebih dari 5 kali, masih saja belum ada tindak lanjut yang memadai kecuali ada telepon dari teknisi ke rumah, sayangnya pada saat ia menelepon kami sedang tidak ada di rumah. Setelah itu, ya sepi padahal kami sudah meninggalkan pula nomor ponsel kami. Pernah pula ada hint dari orang Speedy untuk mem-bypass koneksi internet tanpa splitter, tetapi tetap saja NIHIL hasilnya.
Kami pun sudah mencoba splitter baru, dan tetap NIHIL. Koneksi telepon pun sudah kami cek, seperti yang tertulis di FAQ portal Speedy, bagus dan suaranya pun bening. Tetapi kenapa lampu indikator DSL di modem kami sering kedip-kedip dan lampu indikator internet lebih sering berwarna merah daripada hijau?
Sepertinya putus hubungan dengan Speedy adalah pilihan yang paling baik daripada harus mbayar biaya langganan Rp.400 ribu tiap bulan tapi gak bisa pake internet.
Speedy Speedy…
Wah, ternyata masalahnya sama dengan gw. Di Cijerah sengaja pasang internet biar abah-emak bisa ngobrol dengan anak cucunya dengan nyaman jadi pasang speedy. Tapi dari 50 jam yang kepake cuma kurang dari 10 jam karena lebih banyak matinya. Ada alternatif lain?
Saleh
Januari 5, 2009 at 11:17 am
Trus kalo udah gak Pake Speedy sekarang pake apaan..? Saya pake speedy sampai saat ini masih lancar-lancar aja, kalo ada trouble kami hub./telp langsung diperbaiki.
trimakasih sharingnya.
AgusFit
Februari 2, 2009 at 7:37 am