Carut dan Karut
Saya pikir tadinya “karut marut” merupakan kasus salah tulis dari “carut marut” seperti pada kata “pasca” yang seringkali salah ditulis (dan bahkan salah dibaca) menjadi “paska”. Ternyata, setelah mencari di Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan (KBBI Daring), “carut” dan “karut” adalah 2 kata yang memiliki arti berbeda:
ca·rut n luka bekas goresan;
ca·rut-ma·rut n segala coreng-moreng (bekas goresan); goresan yg tidak keruan arahnya: muka korban penuh dng ~ dan berdarah
ka·rut, ber·ka·rut a kusut; kacau tidak keruan;
ka·rut-ma·rut a 1 kusut (kacau) tidak keruan; rusuh dan bingung (tt pikiran, hati, dsb); banyak bohong dan dustanya (tt perkataan dsb); 2 berkerut-kerut tidak keruan (tt muka, wajah, dsb):
Baru tahu saya…
Sekedar catatan, membaca majalah seperti National Geographic Indonesia (NGI), seringkali saya temukan istilah-istilah dalam Bahasa Indonesia baku yang “asing” dan tidak saya pahami artinya. Sepertinya saya harus mulai rajin mencatat istilah-istilah “asing” tersebut dan mencari padanannya di KBBI Daring. Usul saya, ada baiknya jika NGI berkenan untuk memberikan catatan kaki menuliskan padanannya, seperti majalah Intisari yang menurut saya cukup rajin menuliskan padanan dari kata-kata Indonesia yang digunakannya dan bisa jadi masih asing di otak para pembacanya.
halo apa kabar nama kamu siyapa nama aku hana
hana nur hanifah
Januari 13, 2009 at 8:17 am
halo apa kabr nama kamu siyapa nama aku syaifuol
syaiful
Januari 13, 2009 at 8:20 am
Pusat Bahasa kurang sosialisasi jg soal salah kaprah bahasa, atau masyarakat yg males berbahasa yaa… pyiuuuh!
Yana
Maret 21, 2009 at 7:04 pm