Pagi ini, seperti biasa, saya berolah raga naik sepeda ke arah kantor Bupati Jembrana, tempat dimana orang-orang yang tinggal di sekitar Negara (ibukota Kabupaten Jembrana) biasa berolah raga terutama di hari Minggu. Jarak dari rumah ke kantor Bupati sekitar 10 km dan melewati hamparan hutan bakau dan persawahan, lokasi yang ideal untuk berolah raga sepeda, karena selain bisa menghirup segarnya udara pagi, juga bisa menikmati pemandangan yang ijo royo-royo. Nah, pas kebetulan melewati lapangan di samping persawahan, saya lihat banyak sekali kerbau besar dan kekar sedang berkumpul di sana. Rupanya hari ini sedang ada acara Makepung alias balapan kerbau.
Makepung ini, kalau menurut literatur yang ada, merupakan acara tradisional khas Kabupaten Jembrana. Maka dari itu jangan heran kalau kita mengendarai kendaraan bermotor dari arah Denpasar ke Gilimanuk, di perbatasan Tabanan-Jembrana akan kita temui patung besar Makepung di sebelah kiri jalan. Buat yang penasaran ingin tahu lebih jauh tentang Makepung, sila lihat artikel lengkap di sini.
Kalau melihat postur tubuhnya, kerbau yang digunakan dalam Makepung ini betul-betul kekar, ada juga yang bule (kali dulunya si kerbau ini turis ya, terus pindah kewarganegaraan karena kawin sama kerbau lokal atau mungkin kehabisan bekal dan gak bisa balik ke negara asalnya, hahaha garing pisan!). Sepertinya kerbau-kerbau ini memang sudah dilatih dan mendapat perlakuan khusus, beda dengan kerbau-kerbau di Jawa yang perutnya buncit-buncit. Oh iya, supaya si kerbau tetap berlari kencang dan bisa menjaga jarak dengan lawan di belakangnya, si joki akan memukul bagian pinggul si kerbau dengan pemukul berbentuk batang kayu sepanjang lebih kurang 1 meteran. Nah pas tadi pagi saya lihat lebih detail, ternyata pemukul yang digunakan itu diberi paku! (coba lihat gambar di samping kanan ini, di bagian pemukul yang berwarna biru…). Jadi kasihan juga saya sama si kerbaunya. Pantas saja, kalau dilihat di bagian pinggulnya, terutama kerbau yang bule karena warnanya lebih kontras jadi lebih mudah dilihat, selalu ada bekas-bekas luka. Apalagi kalau sedang balapan, si joki mukulnya gak kira-kira, terdengar sampai jarak yang cukup jauh. Untung kerbau yang digunakan untuk Makepung bukan diimpor dari Australia ya…