Blogonesia, sebuah istilah yang memiliki 2 makna yang berbeda. Yang pertama: ia adalah singkatan dari blognya orang Indonesia, karena saya memang berasal dari Indonesia. Kata Nadine yang putri Indonesia 2005, Indonesia is a beautiful city.
Makna yang kedua: bisa jadi ia merupakan suatu jenis “penyakit” kronis yang tengah saya derita. Jika ada penyakit yang bernama amnesia, dimana memori seseorang mengalami gangguan akibat suatu hal, maka blogonesia bisa jadi merupakan sebuah penyakit yang menyerang memori saya sehingga mengalami ketergantungan untuk nge-blog dan blog walking. “Penyakit” ini cukup berbahaya karena dapat menular dengan mudah melalui dunia maya, meskipun komputer anda dipasangi firewall.
Jika memang benar ia adalah nama sebuah penyakit, maka kita semua harus “waspada”. Sejauh ini –berdasarkan pengalaman– penyakit blogonesia yang sering kambuh di kantor akan menurunkan kinerja dan produktivitas kita dalam urusan kantor: terlihat serius bekerja di depan komputer tetapi ternyata sedang asyik nge-blog atau kasih comment di blog tetangga. Jika penyakit ini sering menyerang di rumah, maka tagihan telepon akan melonjak di akhir bulan –apalagi jika nginternetnya pakai dial up–. Wajar saja kalau tagihan akan membengkak, karena penyakit ini akan menyerang manusia dalam durasi yang cukup lama setiap kali kambuh –minimal 1 jam– meskipun sudah pakai RSS Reader atau layanan feed reader sejenis.