Feeds:
Pos
Komentar

Drama Reklamasi

Seperti dugaan saya sebelumnya, isu pulau reklamasi ternyata semakin hangat, terutama pasca-dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru. Semakin hangatnya isu reklamasi ini tidak lepas dari janji semasa kampanyenya gubernur dan wakil gubernur baru untuk menghentikan kegiatan reklamasi di Teluk Jakarta.

Bak sebuah adegan kejar-kejaran, sebelum pelantikan mereka, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman telah mengambil keputusan untuk melanjutkan reklamasi Pulau G. Keputusan ini dibuat pasca-ditolaknya kasasi ke MA yang diajukan oleh LSM Kiara dan WALHI (Tempo.co 8 Oktober 2017), perbaikan AMDAL, dan disepakatinya solusi teknis atas terganggunya sirkulasi pendingin PLTU/PLTGU Muara Karang.

Lalu, apakah reklamasi Pulau G memang sudah layak untuk dilanjutkan dan semua pihak yang berkepentingan sudah punya satu pendapat bulat? Kita tunggu saja episode berikutnya. Yang jelas, diskusi dan wacana yang muncul ke permukaan semakin panas. Bahkan Presiden RI yang mantan Gubernur DKI dan pernah menandatangani Pergub DKI Jakarta no. 146 tahun 2014 tentang Pedoman Teknis Membangun dan Pelayanan Perizinan Prasarana Reklamasi Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta sudah ikut berpolemik.. 😀

Iklan

Berikut ini adalah infografis yang khusus menyoroti pulau reklamasi C, D, dan G dan usulan rekomendasi untuk meminimalkan dampak ke lingkungan.

Btw, khusus untuk Pulau G, keberadaan PLTU/PLTGU beserta sistem sirkulasi limbah air hangatnya saja sudah memberikan beban ke perairan yang ada di situ, lha koq ini malah mau ditambah..

infografis_reklamasi_pulau_cdg

Selamat Idul Fitri 1438 H

Eid_Mubarak

Taqabbalallahu minna wa minkum

semoga Allah menerima (puasa dan amal) dari kami dan (puasa dan amal) dari kalian.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf jika di dalam postingan di blog ini ada hal-hal yang kurang berkenan..

 

Belenggu Cuti Bersama

Sebentar lagi kita akan merayakan Hari Raya Idul Fitri, dan seperti biasa, sesuai dengan tradisi, kegiatan mudik akan menjadi agenda utama mayoritas masyarakat Indonesia. Semoga saja di tahun ini “Tragedi Brexit” yang dianggap enteng Menteri Perhubungan kala itu tidak terjadi lagi.

Nah, ngobrolin tentang hari raya keagamaan, Pemerintah Indonesia sejak 2002 punya kebijakan tentang cuti bersama, demi menyiasati hari kejepit nasional atau harpitnas supaya tidak dimanfaatkan oleh para PNS untuk ngebolos. Dengan adanya kebijakan cuti bersama ini, maka para pegawai diwajibkan untuk cuti bersama-sama, dan cuti ini bersifat mengurangi hak cuti pegawai yang ada.

Semakin kesini, kebijakan cuti bersama ini ternyata membuat hak cuti pegawai dibelenggu. Mau tidak mau, pegawai diwajibkan mengambil cuti di tanggal-tanggal yang telah ditetapkan pemerintah sebagai hari cuti bersama. Lalu, khusus untuk cuti bersama Idul Fitri, ternyata ada kebijakan tambahan tentang kuota jumlah pegawai yang boleh mengambil hak cuti menyambung waktu cuti bersama Idul Fitri.

Jadi, kalau sebelum tahun 2002 saya masih bisa mengambil hak cuti saya yang 12 hari semuanya atau setengahnya di Hari Raya Idul Fitri supaya mudiknya bisa santai dan waktu tinggal di kampung halaman bisa lebih lama, sekarang hal itu sulit untuk terjadi. Hanya 5% pegawai yang boleh mengambil hak cutinya menyambung cuti bersama yang sudah ditetapkan, sementara 95% pegawai lainnya wajib untuk masuk kerja kembali setelah masa cuti bersama usai.

Jadi, kalau sekarang arus mudik lebih gila-gilaan kepadatannya, mungkin salah satu penyebabnya ya karena belenggu cuti bersama ini. Bagusnya sih dihilangkan saja kebijakan cuti bersama. Biarkan kita memanfaatkan hak cuti kita sesuai dengan kebutuhan kita. Kalau ada pegawai yang memanfaatkan harpitnas untuk membolos, ya mereka saja yang disikat, jangan kita yang harus disuruh cuti berjamaah..

Masih tentang reklamasi di Teluk Jakarta, berikut saya share salah satu laporan teknis yang pernah saya susun terkait reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta, semoga bermanfaat.

https://www.researchgate.net/publication/315805865_Laporan_Teknis_Bidang_Hidrodinamika_dan_Geomorfologi_Tim_Kajian_Kegiatan_Reklamasi_Balitbang_KP_Simulasi_Model_Hidrodinamika_dan_Dispersi_Termal_di_Teluk_Jakarta_Pra-_dan_Pasca-reklamasi_17_Pulau

 

Reklamasi di Teluk Jakarta

reklamasi_teluk_jakartaUrusan terkait reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta ternyata belum usai, dan semakin seru saja. Ada banyak isu dan permasalahan, baik sosial ekonomi dan lingkungan yang terus bermunculan. Pada masa sebelum ini, isu dan permasalahan tersebut sepertinya berhasil “diredam” dengan baik..

Mari kita ikuti saja terus perkembangannya..

Kembali Go Blog

Setelah sekian tahun meninggalkan my lovely Blogonesia, akhirnya kembali lagi untuk Go Blog..

Semoga bisa rutin kembali merangkai kata di sini..