Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juli, 2005

Amerika dan Papua

Hari ini baca berita di detik.com dengan judul “DPR siap lobi Kongres AS” jadi aneh juga deh. Kata beritanya, Kongres AS sudah menyetujui RUU 2601 yang memuat masalah Papua. Dalam UU tersebut ada pasal yang menyatakan bahwa Menlu AS harus melapor ke Kongres tentang efektivitas otonomi khusus Papua dan keabsahan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969.

Apa yang bikin aneh? Ya pernyataan DPR yang katanya siap melobi Kongres AS. Kenapa harus pergi ke AS untuk membicarakan masalah Papua? Kenapa sih DPR harus bersikap lemah seperti itu? Yang tinggi dong rasa nasionalismenya! Damprat itu Amerika! Ngapain ikut ngurusin negara orang sedetail itu! Harusnya DPR mendukung dan meniru sikap SBY yang secara tegas langsung memperingatkan AS untuk tidak ikut campur tangan dalam masalah dalam negeri Indonesia.

Kalau selama ini di Papua ada masalah, itu memang kesalahan kita yang bisanya cuman menguras habis kekayaan alam Papua sementara rakyatnya diterlantarkan. Penyelesaiannya ya harus dengan memperbaiki kebijakan dalam negeri, tidak perlu datang ke Kongres AS. Mau dateng ke Kongres AS, nyembah-nyembah di sana, nyiumin kaki anggota Kongres sampe bibir jontor, tapi rakyat Papua tetap dibiarin (hanya mau bijih-bijih logam berharga dan hutannya aja) ya sama aja bohong atuh.

Kenapa sih justru takut sama Amerika? Harusnya kan ya takut sama rakyatnya sendiri. Udah dikasih kepercayaan jadi wakilnya rakyat, dengan panggilan “anggota dewan yang terhormat” , gajinya berlipat-lipat, mau dinaikkin tinggal ketuk palu sendiri, eh bisanya cuman pergi studi banding musim panas ke Eropa, adu tinju, tidur atau bolos waktu sidang soal rakyat dan mengemis ke Kongres AS. Takut hidup susah seperti rakyat kebanyakan ya oom/tante?

Read Full Post »

Ali… Ali…

Baru saja selesai nonton film Ali yang diputar di RTL II. Ada yang kenal Ali? Ya betul, petinju legendaris abad ke-20. Saya sempat sedikit ingat jaman-jaman keemasan Muhammad Ali. Waktu itu saya masih kecil. Satu yang saya ingat betul adalah, siaran tinju Muhammad Ali di TV paling ditunggu orang. Bahkan saya sempat merasakan, hari Muhammad Ali bertinju adalah hari libur nasional di Indonesia, atau setidaknya hari sekolah tanpa pelajaran karena pak guru dan bu guru semua kompak nonton Ali ber- hit and run.

Waktu kecil dulu saya mengira Muhammad Ali itu petinju Indonesia karena dia begitu terkenal dan dikenal di Indonesia. Setelah agak gede dikit baru ngeh, kalau sebenarnya Ali adalah petinju Amerika yang sebelum masuk Islam bernama Cassius Marcellus Clay. Lucu juga ya…

Saya sendiri sebenarnya nggak begitu suka tinju, tapi karena waktu itu Ali begitu ngetop jadi pingin tahu juga deh. Akibatnya jadi suka ikutan nonton deh kalau Ali lagi boxen. Apalagi waktu kecil dulu saya tinggal di asrama Brimob di Kedung Halang, Bogor. Tahu sendiri deh yang namanya bapak-bapak polisi dan anak-anak kolong itu, kebanyakan mereka kan pada suka yang namanya nonton boxen. Saking pada ngefansnya sama Ali, mereka juga nggak ketinggalan teriak Ali… Ali… Wow, kebayang kan serunya!?

Eh iya, nonton film Ali ini, saya juga jadi inget sama lagunya Bimbo yang udah lama banget. Ini saya cuplikin bagian yang ada kata Muhammad Ali nya.

Muhammad Ali bertinju
harus pakai sarung tangan
gadis dan tante kegelian
kalau lihat bulu, bulu tangan…

Jadi bernostalgia deh ya…

Read Full Post »

Firefox vs IE

Ini bukan artikel ilmiah ala ahli TI, cuman ungkapan pemakai aja. Saya buka http://www.kompas.com pakai Firefox. Di layar Firefox, ada beberapa link berita yang ternyata ketika mouse diarahkan ke link tersebut nggak keluar tanda kalau link tersebut bisa dibuka (gambar jari tangan biasanya, padahal itu link beritanya aktif). Saya penasaran, dalam hati mikir “nggak mungkin kan kompas ngasih link berita tapi nggak bisa diklik?” (kalau link beritanya bisa diklik dan keluar layar kosong itu lain perkara). Akhirnya saya buka pakai IE, eh ternyata link berita itu bisa diklik tuh! Keluar lagi beritanya… Ini siapa yang salah yah? Kompas bikin website-nya yang nggak standar atau Firefox-nya?

Di lain kesempatan saya buka sebuah blog pakai IE, eh koq tampilannya ada yang sedikit nggak enak di mata. Saya penasaran, saya buka blog itu pakai Firefox, lho koq keluarnya bagus? Saya tanya ke yang bikin blog, katanya kecuali di IE, tampilan blognya bagus di software penjelajah situs yang lainnya.

Tapi ini asli yang paling mengganggu pakai software penjelajah situs apapun, kalau buka http://www.kompas.com, flash iklannya suka menutupi paragraf pertama berita yang ada. Jadinya sebel membacanya dan suka bikin hilang mood. Kasus lain, kalau buka detik.com, dari awal mata sudah terganggu dengan flash iklan yang amit-amit banyaknya, berkerlap-kerlip dan bergoyang-goyang. Tapi ada juga web berita yang masih enak untuk tempat baca-baca berita seperti republika.co.id. Nggak banyak iklannya.

Ada yang bisa kasih saran ke saya kira-kira gimana supaya iklan yang kerlap-kerlip, bergoyang-goyang, dan menutupi artikel nggak bikin mengganggu? (tentunya selain saran “jangan kunjungi situs berita itu”).

Read Full Post »

Buat anda yang sudah baca tips baca NetCDF dgn Matlab dan mentok di syarat kedua, jangan kuatir, selalu ada jalan keluar dari masalah yang anda hadapi, optimislah!

Pada bagian ini saya akan mencoba membuat ringkasan bagaimana anda dapat meng-install NetCDF Toolbox di PC anda. Langkah-langkah yang saya tulis di sini saya terjemahkan secara bebas dari NetCDF Toolbox Home Page. Tapi sekali lagi, ini bukan asal nerjemahin aja, tapi juga sudah dicoba dan berhasil. Silahkan ikuti langkah demi langkah berikut ini (jangan meloncat ya, tapi melangkah!)

  1. Langkah pertama: download mexcdf53_pcwin_install.m (untuk Windows, untuk sistem operasi lain, lihat halaman web yang saya berikan di atas). Simpan di direktori $Matlab\toolbox ($Matlab berarti direktori Matlab anda, misal program Matlab anda ada di C:\Programs\Matlab, maka itulah $Matlab anda).
  2. Langkah kedua: download NetCDF Toolbox (netcdf_install.m, untuk semua sistem operasi). Simpan juga di direktori $Matlab\toolbox
  3. Langkah ketiga: jalankan Matlab.
  4. Langkah keempat: dari Matlab prompt, masuk ke direktori $Matlab\toolbox dan eksekusi mexcdf53_pcwin_install.m yang telah anda download tersebut (caranya ketikan perintah run mexcdf53_pcwin_install dan tekan enter, lalu tekan sembarang tombol). Program ini akan mengembangkan diri di dalam direktori toolbox\mexcdf53_pcwin
  5. Langkah kelima: Setelah berhasil mengembangkan diri, akan ada petunjuk lebih lanjut yaitu: salin mexcdf53.dll dan netcdf.dll ke $Matlab\bin dan $Matlab\bin\Win32, tambahkan kedua path tersebut ke dalam path Matlab anda, caranya klik menu File dan pilih Set Path, lalu pilih Add Folder. Setelah kedua folder di atas di tambahkan ke dalam path Matlab anda, klik Save.
  6. Langkah keenam: keluarlah dari Matlab, kemudian panggil kembali (restart). Coba ketikan mexcdf53 dan tekan enter. Jika tidak ada pesan kesalahan, berarti anda sudah berhasil menginstall mexcdf53, lanjutkan dengan langkah selanjutnya. Jika ada pesan kesalahan, coba teliti lagi langkah ke-5 atau sebelumnya, mungkin anda grogi atau tidak konsen jadi ada yang kelupaan atau salah. Ayo yang konsen dan teliti!
  7. Langkah ketujuh: dari Matlab prompt, masuk ke direktori $Matlab\toolbox dan eksekusi netcdf_install.m (caranya ketikan perintah run netcdf_install dan tekan enter). Program ini harus dijalankan setelah mexcdf53 berhasil diinstall, jadi jangan berani-berani mengerjakan langkah ketujuh jika langkah keenam anda gagal total!
  8. Langkah kedelapan: setelah anda menjalankan langkah ketujuh, program netcdf akan mengembangkan diri di dalam direktori toolbox\netcdf
  9. Langkah kesembilan: tambahkan path netcdf, netcdf\ncfiles, netcdf\nctype, dan netcdf\ncutility ke dalam path Matlab anda (cara seperti pada langkah kelima).
  10. Langkah kesepuluh: keluarlah dari Matlab, kemudian panggil kembali (restart). Selanjutnya ketikan rehash toolboxcache dan tekan enter dari Matlab prompt, lanjutkan dengan mengetikan tnetcdf dan tekan enter. Jika instalasi anda benar, maka akan terbuka layar dialog NetCDF Browser. Selamat, anda sudah berhasil menginstall NetCDF Toolbox di komputer anda.

Read Full Post »

Banyak data meteorologi dan oseanografi yang disimpan dengan format NetCDF (network Common Data Form, informasi lengkap tentang “apa itu NetCDF” bisa anda baca di sini). Pada artikel kali ini akan dibahas bagaimana caranya membaca file dengan format NetCDF (biasanya dengan extention “nc”) dengan menggunakan Matlab. Kenapa Matlab? karena saya terbiasa pakai Matlab, jadi nggak mungkin kan kalau saya nulis artikel tentang “gimana membuka file NetCDF dengan fortran”. Lagian artikel ini sebenarnya juga saya terjemahin secara bebas dari sini. Tapi bukan sekedar nerjemahin lho, sebelumnya saya juga sudah mencobanya. OK, tanpa berpanjang lebar, mari kita mulai sekarang pembahasannya.

Syarat untuk bisa mempraktekan tips ini:

  1. Anda sudah meng-install Matlab di PC anda (terserah mau yang bajakan atau yang berlisensi).
  2. Di Matlab yang anda install, toolbox untuk NetCDF juga sudah ter-install. Coba cek dengan mengetikkan: help netcdf, jika keluar uraian tentang bagaimana menggunakan netcdf, itu berarti toolbox netcdf sudah ter-install. Jika keluar netcdf.m not found, apa boleh buat anda terpaksa harus ke sini dulu untuk meng-install-nya.
  3. Anda sudah memiliki library netcdf.dll dan sebuah program kecil bernama ncdump.exe di PC anda. Jika belum anda bisa kunjungi alamat ini dan ambil file netcdf-3.5.win32bin.zip (ini untuk pengguna Windows) dan ekstrak di direktori yang anda sukai. Jangan lupa untuk mengeset path supaya program ncdump bisa dipanggil dari direktori kerja anda (jika ditaruh di direktori yang berbeda). Cara set path yang paling mudah (dari command prompt, misal ncdump ada di c:\programs\netcdf) adalah dengan mengetikkan set path=c:\programs\netcdf.
  4. Anda punya file dengan format NetCDF yang mau dibuka 🙂

Baiklah, jika syarat sudah terpenuhi semuanya, mari kita mulai pembahasan kita di sini. Misalkan file dengan format NetCDF yang hendak anda buka adalah slp.1994.nc, maka ketikan:

ncdump -h slp.1994.nc

dari command prompt untuk melihat header file tersebut (pada tahap ini anda belum masuk ke Matlab). Header perlu dilihat terlebih dahulu untuk mengetahui spesifikasi dari file yang hendak anda buka. Hasil perintah tersebut akan menghasilkan keluaran sebagai berikut:

netcdf slp.1994 {
dimensions:
lon = 144 ;
lat = 73 ;
time = UNLIMITED ; // (1460 currently)
variables:
float lat(lat) ;
lat:units = “degrees_north” ;
lat:actual_range = 90.f, -90.f ;
lat:long_name = “Latitude” ;
float lon(lon) ;
lon:units = “degrees_east” ;
lon:long_name = “Longitude” ;
lon:actual_range = 0.f, 357.5f ;
double time(time) ;
time:units = “hours since 1-1-1 00:00:0.0” ;
time:long_name = “Time” ;
time:actual_range = 17470320., 17479074. ;
time:delta_t = “0000-00-00 06:00:00” ;
short slp(time, lat, lon) ;
slp:long_name = “4xDaily Sea Level Pressure” ;
slp:valid_range = 87000.f, 115000.f ;
slp:actual_range = 92960.f, 111610.f ;
slp:units = “Pascals” ;
slp:add_offset = 119765.f ;
slp:scale_factor = 1.f ;
slp:missing_value = 32766s ;
slp:precision = 0s ;
slp:least_significant_digit = -1s ;
slp:GRIB_id = 2s ;
slp:GRIB_name = “PRMSL” ;
slp:var_desc = “Sea Level Pressure\n”,
“P” ;
slp:dataset = “NMC Reanalysis\n”,
“L” ;
slp:level_desc = “Sea Level\n”,
“I” ;
slp:statistic = “Individual Obs\n”,
“I” ;
slp:parent_stat = “Other\n”,
“-” ;

// global attributes:
:Conventions = “COARDS” ;
:title = “4x daily NMC reanalysis (1994)” ;
:base_date = 1994s, 1s, 1s ;
:history = “created 95/02/06 by Hoop (netCDF2.3)” ;
:description = “Data is from NMC initialized reanalysis\n”,
“(4x/day). It consists of most variables interpolated to\n”,
“pressure surfaces from model (sigma) surfaces.” ;
:platform = “Model” ;
}

Secara garis besar saya dapat sampaikan di sini ringkasan dari keluaran di atas yaitu bahwa file slp.1994.nc adalah file yang berisi data slp (Sea Level Pressure) 6 jam-an dengan format matriks (waktu,lintang,bujur), dimana ada 1460 selang waktu, 73 sel arah lintang dan 144 sel arah bujur. Waktu dimulai dari pukul 00:00, lintang dari 90LU s.d. 90LS dan bujur dari 0 s.d. 360. Satuan SLP adalah Pascal, dimana jika ingin mendapatkan harga slp sesungguhnya harus dikalikan dulu dengan scale_factor dan ditambahkan dengan add_offset (slp_terekstrak=(slp*scale_faktor)+add_offset).

Setelah kita mengetahui header-nya, jalankan program Matlab. Dari layar Matlab ketikkan:

nc=netcdf(‘slp.1994.nc’,’nowrite’);

untuk membuka file NetCDF tersebut di atas.

Misalkan selanjutnya kita akan mengestrak data lintang, bujur dan slp pada waktu ke-1, maka kita dapat mengetikkan perintah berikut:

ygrid=nc{‘lat’}(:);
xgrid=nc{‘lon’}(:);
slp=nc{‘slp’,1}(1,:,:);

catatan:

  • argumen 1 pada bagian nc{‘slp’,1} berarti anda mengekstrak data slp dengan mengalikannya dengan scale_factor dan menambahkan pula add_offset pada hasil ekstrak anda.
  • argumen 1 pada (1,:,:) berarti anda mengekstrak data slp hanya pada waktu ke-1 di semua sel. Jika anda ingin mengekstrak data selama 1 hari, anda dapat memberikan argumen (1:4,:,:). Atau jika anda ingin mengekstrak semuanya gunakan argumen (:,:,:).

OK deh ya… selamat mencoba, semoga lancar. Kalau ada apa-apa, tinggalkan saja pesan di bagian pesan pada blog ini. Pesan di rumah makan Padang: “jika anda puas, beri tahu teman, jika anda tidak puas, beritahu kami”.

Read Full Post »

Trotoar

Si Hasna memang kalau kasih komentar suka spontan dan to the point. Ketika sedang berjalan-jalan di sekitar masjid Salman ITB, dia ngelihat ada keanehan di sana. Di tengah-tengah trotoar ditanam pohon yang besar atau ditaruh pot beton yang juga besar. Sampai bingung dia. Setahu dia yang namanya trotoar itu adalah tempat untuk para pejalan kaki berjalan. Nah kalau di tengah-tengah trotoar ditanam pohon atau ada pot besar, apa yang jalan disuruh nubruk sampe benjol? Aneh katanya.

Di sepanjang Jalan Ganesha (komplek ITB) trotoarnya juga aneh, nggak rata, selang-seling tinggi rendah (pakai lantai dan tidak pakai lantai). Jadi kalau jalan, kaki kanan akan menginjak tempat yang lebih tinggi sedangkan kaki kirinya akan ketemu dengan tempat yang lebih rendah. Seperti naik sepeda dengan roda yang berbentuk elips. Saya sendiri bingung, apa motifnya bikin trotoar seperti itu? Mungkin biar kelihatan aneh atau nyeni kali ya?

Kalau trotoar yang di tengahnya ada pohon atau ada pot beton besar, mungkin supaya kelihatan indah. Model trotoar seperti ini juga pernah saya lihat di Bogor dan Jakarta. Trotoar dibuat menjadi indah memang perlu, tapi kan nggak harus mengurangi fungsi sebenarnya. Apalagi jumlah pejalan kaki itu sebenarnya kan banyak. Masa harus jalan kaki di tempat jalannya mobil? Masa sih yang dimanja sama pemerintah cuman mereka yang punya mobil? Coba aja perhatiin di mana-mana di sepanjang jalan, berapa besar porsi yang diberikan ke pemakai dan pemiliki mobil? Sangat besar. Mereka mendapatkan jalan raya sekaligus tempat parkirnya di sepanjang tempat. Sementara pejalan kaki, hanya dikasih trotoar yang tidak rata dengan lebar 1 meter, itu pun tidak di sepanjang jalan ada trotoarnya, selain itu sudah banyak pula yang direbut sama pedagang kaki lima.

Koq ngeluh ya… Memang begitu kali budaya kita dari dulunya. Di desa saya aja nggak ada yang namanya trotoar. Jadi kalau mau jalan kaki harus hati-hati, suka ada angkutan umum yang balapan ngejar penumpang. Kalau mau aman, ya jalan lewat kebun belakang, ada jalan setapaknya dan lebih segar… Siapa tahu ketemu sama tetangga yang lagi manen rambutan, mangga atau buah-buahan yang lainnya, bisa ikut kebagian…

Read Full Post »

Luxus Leben

Kemarin dapat sms dari istri yang sedang berlibur di Jakarta, isinya adalah komentar dari Hasna (nama anak kami, 8 tahun) yang sedang menikmati liburan di Jakarta: pergi bermain seharian di Dunia Fantasi (Dufan), menginap 2 malam di hotel dengan fasilitas kolam renang yang nyaman, makan malam di hotel, katanya “Luxus Leben! (hidup mewah)”. Lucu juga mendengar komentarnya yang sudah bisa menilai kehidupan seperti itu sebagai sebuah kehidupan yang mewah.

Ya, memang sejujurnya itu adalah kehidupan yang mewah! Sebagai mahasiswa di luar negeri yang mengandalkan beasiswa yang pas-pasan, untuk bisa hidup bermewah-mewah seperti itu adalah tidak mungkin. Namun, kadang-kadang, kawan-kawan di tanah air suka melihat kami yang sekolah di luar negeri sebagai memiliki kehidupan yang dinilai serba berlebihan. Mereka kadang melihat dari uang beasiswa yang kami terima yang jika di kurs ke mata uang rupiah bernilai puluhan juta. Ditambah lagi jika mereka misalnya mendengar kami bisa jalan-jalan ke negara-negara lain di Eropa. Padahal itu tak ubahnya seperti mereka yang tinggal di Yogyakarta dan jalan-jalan ke Bandung atau ke Jakarta.

Untuk bisa melakukan perjalanan liburan ke negara-negara Eropa seperti itu dari tempat kami tinggal di Jerman, biasanya kami selalu mencari paket-paket murah yang mencakup perjalanan dan akomodasi dalam satu paket. Hal itu pun biasanya kami lakukan pada saat libur sekolah anak, dimana pada setiap pergantian musim selalu ada liburnya (jadi ada libur musim gugur, libur musim dingin, libur musim semi, dan libur yang paling panjang yaitu libur musim panas). Biasanya pada hari-hari menjelang liburan seperti itu, biro-biro perjalanan selalu menyediakan paket-paket murah.

Biaya hidup di kota seperti Hamburg ini sebenarnya cukup tinggi, tetapi masih ada cukup banyak pilihan untuk bisa hidup berhemat. Untuk mereka yang jeli melihat harga, bisa berhemat cukup banyak dengan membeli barang-barang keperluan sehari-hari di toko-toko tertentu yang harganya lebih miring dengan kualitas yang hampir sama. Untuk sayur-sayuran, buah-buahan dan ikan, setiap Minggu pagi di dekat pelabuhan Hamburg ada yang namanya Fisch Markt atau Pasar Ikan dengan harganya yang super obral! 1 Euro bisa dapat satu keranjang sayuran atau buah-buahan cukup untuk 1 minggu! Kalau mau gratis, bisa tunggu sampai pasar bubar (pkl.11). Ikan-ikanan (asap dan segar) pun dijual super obral! Kami bisa membeli calamari berkilo-berkilo dengan harga setara 1 kilo saja (jika kami beli di toko), atau ikan-ikan asap sekian potong dengan harga 1 potong, juga ikan segar sekian kilo dengan harga 1 kilo. Apalagi kalau yang suka kepala ikan, bisa dapat kepala ikan gratis cukup untuk 1 minggu.

Selain di Fisch Markt, setiap hari Jumat selesai shalat Jumat di beberapa toko Turki yang besar di sepanjang jalan Steindamm (mungkin ada juga di beberapa daerah yang lain) selalu ada angebot (obral) sayur-sayuran dan buah-buahan. Satu kardus buah-buahan dengan isi lebih dari 1 lusin dijual dengan harga hanya 1 Euro. Kalau kuat bawanya, kita bisa beli berkardus-kardus.

Maka dari itu, kata istri saya, orang-orang miskin yang tinggal di Hamburg akan selalu tetap terpenuhi kebutuhan gizinya karena alternatif untuk mendapatkan barang dengan harga murah masih banyak. Yang gratis pun masih bisa dicari!

Read Full Post »

Older Posts »