Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November, 2005

Pada postingan saya sebelumnya tentang Fakta Laut Dalam (Deskripsi Ilmiah An-Nur:40), ada satu poin yang belum saya uraikan secara lebih detail yaitu mengenai ombak yang di atasnya ombak.

Dalam bidang oseanografi, fenomena ombak yang di atasnya ombak dikenal sebagai gelombang internal (internal wave). Fenomena ini juga ada dalam bidang meteorologi, dimana gelombang menjalar pada lapisan antar muka antara udara yang hangat dan dingin (lihat gambarnya di sini dan sini, karena kedua bidang ilmu ini memang memiliki banyak kesamaan yaitu sama-sama berkecimpung dengan fluida. Para ahli meteorologi lebih banyak berkecimpung dengan fluida dalam bentuk gas yaitu atmosfer, sedangkan para ahli oseanografi lebih banyak berkecimpung dengan fluida dalam bentuk cair yaitu air laut.

Pembahasan mengenai gelombang dalam oseanografi secara umum dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu gelombang permukaan dan gelombang internal. Gelombang permukaan adalah fenomena yang akan kita temui ketika mengamati permukaan air laut, dan biasa disebut sebagai ombak. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya ombak adalah hembusan angin, disamping ada pula faktor lain seperti pasang surut laut yang terjadi akibat adanya gaya tarik bulan dan matahari.

Sementara itu, gelombang internal terbentuk akibat adanya perbedaan rapat massa atau densitas air laut dengan gaya pembangkit yang dapat berasal dari angin, pasang surut atau bahkan gerakan kapal laut. Densitas air laut dipengaruhi oleh tiga parameter yaitu salinitas, temperatur dan tekanan (silahkan klik pada masing-masing parameter tersebut untuk uraian yang lebih terperinci). Perbedaan densitas akan mengakibatkan air laut menjadi berlapis-lapis, dimana air dengan densitas yang lebih besar akan berada di bawah air dengan densitas yang lebih kecil. Kondisi ini akan menyebabkan adanya lapisan antar muka (interface) dimana jika terjadi gangguan dari luar (oleh gaya pembangkit yang ada) akan timbul gelombang antar lapisan yang tidak mempengaruhi gelombang di permukaan.

Gelombang internal ini tidak akan bisa kita lihat karena ia terjadi di lapisan dalam, namun dapat dideteksi dengan cara melakukan pengamatan atau pengukuran langsung piknoklin (lapisan dimana densitas air laut berubah secara cepat terhadap kedalaman) atau termoklin (lapisan dimana temperatur air laut berubah secara cepat terhadap kedalaman) dengan menggunakan sensor-sensor pengukuran temperatur dan salinitas air laut, kecepatan arus laut, atau peralatan akustik seperti sonar. Secara visual, ia baru bisa dilihat jika kita melakukan percobaan di laboratorium atau mengamatinya dari udara atau ruang angkasa dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh (remote sensing). Bagian terakhir inilah yang perlu kita garis bawahi dan mendapatkan perhatian lebih. Bagaimana sebuah fenomena alam yang dalam mengungkapkannya diperlukan teknologi yang canggih, sudah tertulis secara jelas dan eksplisit dalam Al-Quran sebelum teknologi itu ada.

Gambar-gambar tentang gelombang internal dapat dilihat di sini.

Read Full Post »

Foto Brussel

Akhirnya, setelah ada waktu sedikit luang, saya sempatkan diri untuk me-scan foto-foto hasil jepretan selama jalan-jalan di Brussel, ibu kota Belgia dan juga ibu kota Eropa. Foto-foto bisa dilihat di blog foto saya.

Mohon maaf kalau foto-fotonya kebanyakan adalah foto bangunan atau gedung-gedung atau berlatar belakang gedung/bangunan karena memang saya suka memoto objek yang ada bangunan atau gedungnya.

Foto di samping adalah super market dengan gaya kuno, yang memang sudah ada sejak lama dan merupakan salah satu super market tertua di Belgia atau mungkin di Eropa.

Foto di atas adalah salah satu foto favorit saya, pelukis jalanan yang melukis dan menggelar hasil lukisannya di salah satu obyek wisata di kota Brussel yang cukup ramai dikunjungi wisatawan. Sayangnya, mohon maaf, saya lupa nama tempatnya, harus nanya istri saya dulu… 😛

Untuk yang berencana berlibur ke Eropa musim panas tahun depan, saya kira Brussel bisa dimasukkan ke dalam daftar salah satu kota yang harus dikunjungi. Apalagi buat penyuka makanan laut, karena di dekat pusat kota ada sebuah kompleks yang dipenuhi oleh rumah makan dengan menu utamanya makanan laut. Banyak juga yang dengan label halal. Kotanya imut, jalannya pendek-pendek dan banyak simpang empatnya.

Read Full Post »

Salju Pertama

Akhirnya salju turun juga di Hamburg tadi malam. Pagi hari, waktu saya lihat lewat jendela di ruang tamu, rerumputan di halaman belakang wohnung (apartemen) sudah mulai memutih tertutup salju. Meskipun saljunya masih tipis, sudah cukup indah di pandang mata.

Kalau sudah mulai bersalju begini, jalan harus ekstra hati-hati karena jalanan mulai licin. Biasanya, di jalan setapak yang sering dilalui manusia akan ditaburi pasir kasar untuk mengurangi licin.

Suhu udara menurut ramalan cuaca hari ini minimum 1°C (serasa -8°C) dan maksimum 3°C (serasa -3°C). Diramalkan siang dan malam ini masih akan turun salju lagi. Brrr… cukup dingin, harus sudah pakai jaket tebal, syal, sarung tangan dan tutup kepala alias kupluk.

Have an ice day!

update:

Baru saja pulang dari shalat Jumat di mushala KJRI, dapat foto patung yang ada di halaman depan KJRI Hamburg. Kepala dan pentungan si patung tertutup salju, juga salah satu mobil dinas KJRI yang diparkir di sampingnya.

Sayangnya, salju mulai kembali menghilang karena mencair, sementara hujan salju yang diramalkan belum terjadi. Mungkin baru nanti malam…

Read Full Post »

Greeting card maker

When in high school, I have a side job as a greeting card maker. I made birthday and Idul Fitri’s greeting cards from spotlight papers. These cards are kind of hand made products. At that moment no computer tools I used because I don’t know anything about computer and –honestly– never seen it.

I can make view hundred of cards every month and put those cards at a big supermarket in my town Purwokerto, also at my “Koperasi Sekolah”, a kind of small store in school. Making greeting cards is like a hobby for me, so even though I have to make hundred of cards a month, I never feel tired and or get boring.

Unfortunately, I have a problem with marketing. I have no sense of marketing completely! So, I decide to stop this side job.

Read Full Post »

Musim Dingin, Malam Panjang

Di daerah tropis seperti Indonesia, panjang waktu siang dan malam antara musim hujan dan kemarau relatif hampir sama setiap tahunnya. Jika pun ada perbedaan, tidak lebih dari 1 jam lamanya. Hal ini berbeda jauh dengan apa yang terjadi di daerah lintang menengah dan tinggi pada saat musim panas, dingin dan di antara keduanya.

Perbedaan lamanya waktu antara siang dan malam hari di lintang menengah dan tinggi ini terjadi karena posisi matahari yang berubah relatif terhadap bumi. Pada suatu saat ia berada di bumi belahan utara (BBU) dan di saat lain di bumi belahan selatan (BBS). Hal ini terjadi akibat sumbu rotasi bumi yang tidak tegak lurus garis edarnya alias membentuk sudut sebesar 23,5°.

Ketika matahari tengah berada di BBU, maka lamanya siang hari di BBS akan menjadi lebih pendek, dan daerah-daerah lintang menengah dan tinggi (di BBS) tengah mengalami musim dingin. Sementara itu, di BBU sendiri siang hari akan mejadi lebih panjang dan di lintang menengah dan tinggi BBU tengah terjadi musim panas. Saatnya untuk berjemur mandi sinar matahari.

Saat ini posisi matahari tengah berada di BBS. Oleh karena itu daerah lintang menengah dan tinggi BBU tengah mengalami musim dingin. Pada saat terjadi musim dingin ini, lamanya malam hari akan menjadi lebih panjang dari siang hari. Sebagai contoh dan perbandingan, saya akan meninjau perbedaan waktu di kota Hamburg pada saat musim panas dan dingin.

Jika kita mendefinisikan malam hari sebagai waktu antara ketika matahari mulai terbenam hingga matahari akan terbit keesokan harinya, maka pada puncak musim panas di bulan Juli, lamanya malam hari di kota Hamburg adalah 7 jam, sedangkan sisanya yang 17 jam adalah siang hari. Sebaliknya, pada puncak musim dingin di bulan Desember, lamanya malam hari adalah 17 jam dan sisanya yang 7 jam adalah siang hari.

Pada bulan November ini, di Hamburg, matahari terbit pada pukul 07:00 dan tenggelam pukul 17:00 di awal November dan terbit pukul 08:00 serta tenggelam pukul 16:00 nanti di akhir November. Itulah sebabnya maka musim dingin merupakan saat tidur panjang bagi hewan dan tumbuhan, sebagai bentuk pertahanan diri mereka, berbeda dengan manusia yang diberi kelebihan untuk dapat menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca yang ada.

Untuk orang Islam, saat musim dingin adalah saat untuk selalu bersegera dalam melaksanakan shalat karena selang waktu antara shalat Duhur ke Asar dan Magrib ke Isa cukup pendek. Sebagai contoh pada bulan November hari ini, Subuh jatuh pada pukul 06:06, Duhur 12:07, Asar 13:54, Maghrib 16:15 dan Isa 17:59. Sebaliknya, pada saat musim panas, saya ambil contoh kondisi puncak musim panas di bulan Juli, justru jarak antara Isa dan Subuh yang cukup pendek. Subuh jatuh pada pukul 03:14, Duhur 13:27, Asar 17:44, Maghrib 21:33 dan Isa 23:21. Buat saya, musim panas adalah saat ketika shalat Subuh sering kesiangan 😛

Dalam hal berpuasa, musim dingin adalah saat yang nyaman untuk berpuasa karena waktu siang yang pendek. Sementara itu, musim panas adalah musim yang penuh tantangan karena disamping waktu siang yang sangat panjang juga waktu dimana saatnya banyak orang berpakaian minim untuk mengurangi sumuk. Banyak godaan mata 😀

Sejauh ini, melaksanakan puasa Ramadan di musim panas belum pernah kami alami. Tetapi istri saya selalu mencoba untuk berpuasa di puncak musim panas di bulan Juli dan alhamdulillah mampu untuk melaksanakannya. Artinya, lamanya siang di musim panas tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak berpuasa karena sebenarnya manusia diberi kemampuan untuk itu dan lagi Allah pasti tahu akan kapasitas dan kemampuan makhluk ciptaan-Nya. Mungkin yang agak repot adalah karena saat sahur dan buka yang berdekatan. Baru selesai buka puasa, eh sudah harus sahur lagi… 😀

Read Full Post »

Buah Kaki, nama yang mungkin agak aneh buat orang Indonesia karena sama dengan salah satu anggota tubuh kita yang berfungsi untuk berdiri atau berjalan. Dalam istilah umum, buah ini biasa disebut persimon, istilah yang diambil dari Bahasa Yunani, yang berarti Buah Para Dewa. Kaki sendiri merupakan salah satu jenis persimon Asia yang sangat populer di dunia, banyak dijumpai di Cina tetapi lebih dikenal sebagai persimon Jepang karena 400 tahun yang lalu ia dibawa ke Jepang untuk dibudidayakan secara lebih baik.

Ukuran buah ini hampir sama dengan apel. Warna kulitnya oranye mengkilat dengan daging yang juga berwarna oranye. Kalau di Indonesia, buah ini hampir mirip dengan kesemek, mungkin memang masih satu famili.

Buah ini rasanya benar-benar manis, tapi kadang-kadang, ada juga yang berasa sepet (atau berasa sekali getahnya). Awal-awal kami mencoba buah ini, sempat juga mendapatkan yang rasanya sepet. Mungkin bergantung pada jenis atau kualitasnya.

Di Hamburg, untuk dapat memakan buah ini, kita harus menunggu datangnya bulan November atau saat-saat awal musim dingin. Saya sendiri kurang tahu apakah karena ia hanya berbuah di saat musim dingin atau ada alasan lain yang melatarbelakanginya.

Apakah di Indonesia juga bisa menjumpai dan merasakan buah para dewa ini atau tidak, saya juga kurang tahu. Tetapi, mungkin, karena jaraknya yang lebih dekat dengan Jepang, buah ini bisa pula dijumpai dan dinikmati di Indonesia. Mungkin… 😀

Read Full Post »

A few months ago, in the mailing list (milis) that I subscribed, I read an e-mail which ask us to register our selves to be the member of a proffesion organisation because one of the milis’ member become a chairman candidate in the election. Actually, at that moment, I have an eargerness to reply that e-mail with a critic. But, after thinking for a view times, I decided to cancel it because afraid that my critic will create a bad condition and trigger an emotional reaction.

Why am I so afraid? Well, I have some bad experiences when criticize e-mail in the milis. Some people, sometime, give emotional respons, even though the content of the critic is not wrong.

IMHO, milis is a kind of way to discuss everything that have relation with the aim when the moderator creating it. So, it is still fair when some people have different opinion as long as the ways to write and send the opinion are not breaking the milis etiquette.

What do you think?

Read Full Post »

Older Posts »