Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2007

adamairpos1_edit.JPGGambar di samping kiri ini adalah posisi dideteksinya serpihan logam yang diperkirakan bagian dari puing-puing pesawat Adam Air yang naas itu, yang hilang tanggal 1 Januari 2007. Posisi digambarkan ke dalam peta berdasarkan pada data posisi yang saya baca dari berita di detik.com yang memuat laporan dari Lettu Laut Hendriman yang ikut dalam pencarian black box Adam Air yang dilakukan oleh USNS Mary Sears (klik gambar untuk melihat dalam ukuran yang lebih besar).

adamairpos2_new.jpgDan gambar di samping kanan berikut adalah posisi serpihan-serpihan tersebut kalau dioverlay dengan peta kedalaman laut (batimetri). Terlihat bahwa puing-puing yang terdeteksi berada di kedalaman sekitar 1400 sampai 1700 meter. Memang cukup sulit untuk dijangkau, apalagi diangkat ke permukaan. Dan sepertinya memang perlu teknologi khusus untuk mengangkatnya. Mau tidak mau harus minta tolong sama Paman Sam lagi deh, atau mungkin negara lain yang punya peralatan canggih.

adamairpos3.jpgDan berikut adalah posisi lebih detail dari hasil temuan tim pencari Adam Air itu kalau kita zoom lagi gambarnya. Dalam gambar itu saya plotkan hasil temuan USNS Mary Sears yaitu PDR : Played Data Recorder, CVR : Cockpit Voice Recorder, dan S1 hingga S4 yang berturut-turut adalah serpihan 1 hingga serpihan 4 (sumber: detik.com), dan RADAR, yaitu posisi terakhir pesawat tertangkap oleh radar pada tanggal 1 Januari 2007 (sumber: karebosi.com). Terlihat posisi terakhir pesawat yang tertangkap oleh radar dan posisi serpihan-serpihan terletak pada posisi barat-timur.

Iklan

Read Full Post »

hamburg_winter-072e_s.jpg

Akhirnya! semalam turun salju di Hamburg dan paginya permukaan tanah di depan apartemen kami pun berwarna putih bersih tertutup salju. Anak saya pun senang, artinya nanti di sekolah dia bisa bermain salju bersama teman-temannya. Sayangnya kamera digital si Medion sedang ikut istri pulang ke tanah air tercinta Indonesia, jadi foto ilustrasi yang digunakan adalah salju di musim dingin 2006, yang menurut para pakar adalah salah satu tahun dengan musim dingin terdingin di Jerman. Lokasi pengambilan foto di taman depan KJRI Hamburg.

Wah, nanti sore bakalan dilemparin salju nih sama anak semata wayangku itu…

Read Full Post »

Asyik juga ya ternyata ngisi Wikipedia, terutama dengan tulisan-tulisan yang berhubungan dengan bidang saya. Hitung-hitung sekalian belajar nambah ilmu, menyebarkan sedikit pengetahuan yang saya punya dan juga melatih kemampuan untuk menerjemahkan teks di bidang saya yang kebetulan kebanyakan masih dalam bahasa Inggris. Soalnya masih jarang juga sepertinya pakar yang mau menulis buku di bidang oseanografi, beda dengan bidang lainnya seperti matematika, fisika, sosial, ekonomi, juga IT yang jumlah penulisnya sudah seabrek-abrek. Atau kali memang susah juga ya nyari penerbit yang mau menerbitkan tulisan tentang oseanografi? Maklum oseanografi kan ilmu kurang ngetop alias ilmu jablai meskipun laut kita luas. Makanya jangan heran kalau banyak ikan dan pasirnya yang dicuri sama tetangga sebelah yang kecil tapi cerdik (atau licik?).

Awalnya, sebelum mulai sering ngisi di Wikipedia Indonesia, saya suka membuat tulisan di blog saya oseanografi. Tapi pikir-pikir kalau cuman ditaruh di blog yang nggak nyeleb kaya gitu, bisa jadi tulisannya malah jablai, kurang banyak deh nanti manfaatnya buat orang lain. Syukurnya, meskipun memang akhirnya blog saya itu ternyata jablai, untungnya saya nggak ngambek dan malah menyalahkan para seleblog yang memang ngetop, dan lebih memilih untuk mencari tempat yang sudah terlanjur ngetop di masyarakat yaitu Wikipedia. Dan kebetulan lagi ternyata memang masih jarang yang menulis tentang oseanografi di Wikipedia, jadi ya klop lah.

Ya, hitung-hitung daripada berbagi diri ini dengan beberapa istri alias berpoligini (yang pasti susah dan berat buat saya, maklum udah tua dan gak sekuat dulu lagi… hahaha), lebih enak kan berbagi ilmu ya, meskipun udah tua ya masih kuat lah kalau cuman disuruh mencet tombol keyboard aja mah…

Read Full Post »

sulawesi_selat_makassar_crop.jpgCoba perhatikan dengan seksama berita di Bali Post Online berikut ini. Saya merasa bahwa kerja wartawan yang menulis berita ini agak kurang profesional, main copy paste dan kadang kurang runut apa yang dibicarakannya, dan lebih dari itu copy paste-nya juga kelebihan, sehingga informasi yang menurut saya kurang penting atau tidak ada hubungannya pun ikut dimasukkan.

Kalau hal seperti itu terjadi pada blog, seperti blog saya yang kontinuitas postingannya angin-anginan dan isinya kadang-kadang sesukanya, mungkin tidak terlalu menjadi masalah karena memang atas nama pribadi dimana penulis, editor, pemimpin redaksi, dll. semuanya dijabat oleh saya sebagai pemilik blog, selain itu saya juga tidak mendapat gaji (masa saya nggaji saya, lha uangnya dari mana coba?). Tetapi kalau hal ini terjadi pada sebuah media massa yang ada wartawannya, editornya, pemimpin redaksinya, dll. tentunya akan menjadi sesuatu yang cukup mengganggu kan?

Dalam artikel itu sebenarnya si wartawan ingin bercerita tentang faktor arus laut yang harus diperhitungkan dalam mencari jejak serpihan atau bangkai pesawat udara Adam Air beserta penumpangnya –yang sebagian dari serpihan-serpihan itu sudah mulai ditemukan–. Sayangnya, apa yang dikutip oleh wartawan tersebut ternyata lebih banyak tentang teori atau pengertian dasar arus laut dari berbagai literatur yang ada. Dan lebih dari itu, di bagian akhir dari berita, penjelasan justru semakin kemana-mana dengan memasukkan pengertian tentang Dipole dan El Nino segala (yang di copy paste tanpa kehati-hatian dari draft glossary yang tengah saya buat di blog oseanografi).

indopacific.gifKebetulan memang lokasi dimana serpihan-serpihan pesawat udara Adam Air ditemukan adalah tempat mengalirnya Arus Lintas Indonesia (ARLINDO) yang memang cukup deras, yaitu Selat Makassar (lihat gambar di kanan, sumber: CSIRO Marine Research without permission). Kalau misalnya pesawat udara milik Adam Air itu memang telah hancur sebelum jatuh ke Selat Makassar, maka ada kemungkinan bahwa serpihan-serpihan lainnya akan ada yang terbawa arus ke arah selatan dari tempat ditemukannya serpihan ekor pesawat udara tersebut, dan bahkan sudah menuju ke Samudera Hindia atau Laut Jawa. Sedangkan jika badan pesawat udara itu masih utuh ketika jatuh ke Selat Makassar, kemungkinan bahwa posisi bangkai badan pesawat itu teronggok di dasar laut Selat Makassar agak jauh dari posisi awal jatuhnya juga cukup memungkinan karena terbawa oleh arus di Selat Makassar yang relatif cukup kuat. Sayangnya, saya sendiri tidak begitu mengikuti secara detail berita tentang pencarian pesawat udara Adam Air ini.

Mungkin tim pencari pesawat udara Adam Air bisa segera memetakan posisi-posisi ditemukannya semua serpihan pesawat udara ke dalam peta sehingga dari sana bisa diperkirakan pergerakannya terhadap waktu. Apalagi kalau tak salah Departemen Kelautan dan Perikanan juga sedang ada penelitian di Selat tersebut, mungkin bisa minta data pengukuran arus lautnya dan mencoba untuk menganalisisnya lebih lanjut. Hanya saja memang kalau asumsi pertama yang terjadi –yaitu pesawat udara telah hancur sebelum jatuh ke Selat Makassar– maka pencariannya memang akan semakin sulit. Sedangkan jika asumsi kedua yang terjadi –yaitu badan pesawat masih utuh– bukan berarti masalahnya akan menjadi mudah juga karena Selat Makassar kan cukup dalam juga, tetap saja perlu teknologi yang cukup memadai untuk mencari sesuatu yang sudah terkubur di kedalaman laut.

Kembali ke kebiasaan copy paste untuk menulis berita di media massa, sepertinya harus mulai dikurangi deh? Kurang bagus gitu loh! apalagi untuk seorang wartawan, bisa mentok karirnya nanti kalau gitu terus…

Read Full Post »

Coba lihat WMO NEWS, bencana alam sedang terjadi di mana-mana rupanya. Malaysia diterjang banjir, Amerika diterjang badai salju, Eropa juga diterjang badai, di Australia ada kebakaran hutan, Amerika Selatan juga diterjang banjir. Mengerikan pisan deh…

Di desa saya, di Banyumas, Jawa Tengah, tanaman padi mengalami puso alias layu atau mati sebelum berkembang karena musim hujan tak jadi datang. Sebelumnya sudah sempat ada hujan, lalu para petani pun mulai menanam padi di sawah, tapi apa yang terjadi kemudian? Ternyata hujan tak datang lagi, meninggalkan tanaman padi yang merana kekeringan dan kehausan. Dan para petani pun bersedih. Lucunya, orang di kota yang jadi wakil rakyat dan pemimpin negara sibuk ngomongin gaji mereka, ribut berkonflik berebut kekuasaan… Konyol dan biadab! Betul kata Syafi’i Maarif, mereka ternyata memang sudah tuna nurani!

Global warming, global climate change, El-Nino, Dipole Mode, hutan yang botak, pemimpin yang tak amanah, apalagi coba penyebabnya?

Read Full Post »

Badai Pasti Kembali

wetter_warnung.JPGHari ini kali kedua di tahun 2007 Jerman diserang badai. Minggu lalu, Kamis, 11 Januari, badai Franz yang datang. Hari ini, yang kebetulan hari Kamis juga, giliran badai Kyrill yang datang. Hari Kamis sendiri dalam bahasa Jerman disebut Donnerstag, sementara Donner sendiri berarti guntur atau guruh. Mungkin penamaan hari Kamis ini ada hubungannya juga dengan fenomena alam yang mungkin sering terjadi di hari Kamis.

Di Jerman, badai angin seperti yang saat ini sedang terjadi biasa disebut sebagai Orkan. Kalau saya pakai fasilitas penterjemah di google, Orkan diartikan sebagai gale dalam bahasa Inggris yang artinya angin kencang atau angin ribut. Tetapi kalau dilihat dari skala Beaufort [1] (skala berdasarkan kecepatan angin) yang digunakan, Orkan yang dimaksud di sini sama dengan Hurricane [2] di Amerika sana, yaitu badai dengan kecepatan angin di atas 118 km/jam. Orkan ini –menurut literatur yang ada– memang selalu terjadi di musim dingin. Tumbuh di Samudera Atlantik, dan kemudian bergerak ke daratan, sebelum akhirnya melemah dan hilang.

Di Indonesia, angin kencang seperti ini punya beberapa sebutan seperti angin topan dan angin puting beliung. Di daerah saya, di Jawa Tengah sana, angin ribut seperti ini biasa disebut sebagai Lisus. Nama topan dan lisus mungkin sudah tidak asing lagi buat anda para penggemar Srimulat. Untuk anda yang suka dengan komik Tintin, pasti tidak asing juga dengan istilah topan karena Kapten Haddock suka bersumpah serapah seperti itu: “…sejuta topan badai…”. Nah tinggal istilah puting beliung yang saya tidak tahu, kalau “puting” nya sendiri sih tahu, kan sering ngelihat sapi yang lagi diperas susunya. hihihi…

Kembali ke badai kedua yang akan menerjang Jerman ini, kali ini tanda peringatan berlaku untuk seluruh Jerman. Bahkan sejak kemarin anak saya sudah diberi tahu oleh gurunya bahwa hari ini akan ada orkan. Coba lihat gambar di kanan atas yang saya ambil dari wetter.com, semua wilayah Jerman diberi warna merah yang menandakan kondisi cuaca yang ekstrim yaitu angin kencang yang disertai dengan hujan. Peringatan dan kondisi terkini diberikan secara terus-menerus melalui radio, TV, dan juga internet.

Menurut berita di hamburg.de, kecepatan angin di Hamburg akibat badai ini akan mencapai 150 km/jam yang disertai dengan kenaikan tinggi muka air Sungai Elbe 3 hingga 3,5 meter di atas tinggi rata-ratanya. Artinya kemungkinan besar beberapa daerah yang terkena banjir minggu lalu akan terendam lagi kali ini karena tinggi muka air yang terjadi kali ini akan lebih tinggi daripada minggu lalu yang mencapai 2,68 meter.

Ngeri juga euy…

update:

Semakin malam, anginnya semakin mengerikan. Di pagi hari, Hamburg masih terlihat tenang, tanpa angin yang terlalu keras karena si Kyrill masih berada di Inggris. Baru di sore hari (sekitar pukul 15.00) angin kencang mulai bertiup disertai hujan yang cukup deras. Saya pun sempat ikut merasakan terbawa buntutnya si Kyrill ketika menjemput anak saya di tempat penitipan pukul 15.45, basah kuyup bo! mana dingin lagi airnya. Tapi menarik juga, jadi punya pengalaman bagaimana rasanya jalan kaki diterjang badai. Di rumah saya, TV tua yang malamnya masih menyala, pagi harinya “tewas”… mungkin ikut terkena Kyrill juga ya? Kasihan anak saya, terpaksa harus puasa nonton TV.

Berita tentang badai Kyrill dapat dibaca juga di BBC NEWS dan di N24. Di Jerman, dikabarkan 10 orang meninggal akibat badai ini. Kerusakan terjadi di mana-mana. Total korban meninggal di Eropa 29 orang. Kereta api terpaksa ditunda semua jadwal perjalanannya, jadwal penerbangan pun banyak yang ditunda. Demi keselamatan, apa boleh buat! Banjir yang tadinya diperkirakan akan terjadi di Hamburg, alhamdulillah tidak terjadi. Tinggi muka air tidak setinggi yang diramalkan sebelumnya 3 hingga 3,5 meter, hanya 1,5 meter saja. Syukurlah…


[1] perincian skala bisa dilihat di Beaufort-Skala

[2] penjelasan rinci dapat dilihat di Tropical cyclone

Read Full Post »

Tuna Nurani alias Ndablek

Tuna nurani? hmm sebuah istilah yang bagus! Saya menemukan istilah ini di Perspektifnya Syafi’i Maarif –yang cendekiawan muslim dan guru besar sejarah– di Gatra dengan judul Tak Putus Dirundung Musibah.

Intinya –dalam perspektif itu– beliau mengatakan bahwa musibah tak berkesudahan yang terjadi di tanah air tak lepas dari tumpulnya nurani penduduknya, para anak bangsa yang sudah mengidap penyakit tuna nurani. Telah merata bencana di darat, di laut, dan di udara (tinggal di kepolisian yang belum, hihihi… itu sih ABRI jaman dulu, ada angkatan darat, laut, udara dan kepolisian), mulai dari banjir dan tanah longsor yang terjadi akibat hutan yang dibotakin, kapal laut yang tenggelam karena kelebihan penumpang dan diterjang badai, sampai kapal udara milik Adam Air yang lenyap bersama para penumpangnya, yang serpihan-serpihannya mulai ditemukan satu persatu.

Ndablek, itulah bahasa lain (yang sarkastis) yang mungkin cocok untuk menggantikan istilah tuna nurani, sebuah bahasa dewa yang santun. Syafi’i Maarif dalam paragraf penutupnya bahkan sampai bingung dan mungkin sedikit putus asa: “harus dikasih pelajaran apalagi supaya penduduk dari sebuah negara yang berdasarkan Pancasila yang sakti itu, yang katanya juga terkenal berbudi luhur dan ramah tamah, sadar kalau nuraninya sudah tumpul dan cenderung ndablek“.

Hihihi… jangan-jangan saya termasuk salah satu dari penduduk yang ndablek itu ya? Ah, mudah-mudahan bukan deh. Amit-amit jabang bayi, wedhus gembel mambu prengus

Read Full Post »

Older Posts »