Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2010

Pemakzulan

mak·zul v berhenti memegang jabatan; turun takhta;
me·mak·zul·kan v 1 menurunkan dr takhta; memberhentikan dr jabatan; 2 meletakkan jabatannya (sendiri) sbg raja; berhenti sbg raja;
pe·mak·zul·an n proses, cara, perbuatan memakzulkan

Kurang kerjaan aja orang-orang di negeri ini, sudah pemilu presiden menghabiskan banyak uang, sekarang malah bikin wacana mau memakzulkan presiden hasil pemilu pula. Pola pikirnya koq pada gak beda jauh dengan para kaum kurawa aja ya? Tiap hari yang dipikirin cuman gimana berkuasa dan menguasai semuanya dan menggulingkan kekuasaan orang lain. Gak mau jadi orang yang kalah, dan gak seneng ngelihat orang lain menang.

Mereka ini harusnya sering-seringlah ngebaca surat Al-Ashr dan memahami artinya, biar isi otaknya gak cuman nyari kekuasaan melulu…

Iklan

Read Full Post »

Kenaikan Gaji

Tulisan ini hanya guyonan, jangan dianggap serius…

Kenapa sih “segelintir” pengamat dan rakyat begitu ributnya nanggapin rencana kenaikan gaji pejabat negara? Kalau saya sih biasa-biasa saja, malah justru bangga! Bangganya? karena sebagai bagian dari rakyat Indonesia ternyata saya masih mampu untuk membayar mereka yang bekerja untuk kita (rakyat) dengan bayaran yang jauh lebih layak. Coba bandingkan dengan para pemiliki modal dan para pengusaha, yang untuk ngasih upah buruh sesuai UMR saja susahnya minta ampun. Padahal kan para buruh juga sudah bekerja mati-matian untuk kemajuan perusahaan tempat mereka kerja yang baik secara langsung maupun tidak langsung telah ikut menyejahterakan mereka para pemilik modal. Loh, emangnya antara buruh dengan pejabat negara itu sama? Anggap saja sama, buktinya mereka sering menyebut diri mereka abdi negara, abdi masyarakat. Dalam tingkatan sosial, abdi kan termasuk level yang paling rendah (dalam tingkatan pabrik atau perusahaan, buruh juga kan ada dalam posisi yang paling rendah ya?).

Sebagai rakyat mestinya kita harus merasa senang karena masih punya nurani untuk membantu menyejahterakan mereka (para pejabat negara, abdi masyarakat, wakil rakyat) yang telah rela mengabdi kepada kita itu. Kasihan kan, mereka toh sudah bekerja keras siang malam, mbanting tulang peras keringat mikirin urusan rakyatnya yang beratus2 juta banyaknya. Masa cuman dikasih gaji segitu doang. Padahal, salah satu motivasi mereka untuk mengabdi ke masyarakat adalah  meningkatkan kesejahteraan, baik kesejahteraan rakyat maupun kesejahteraan diri sendiri.

Selain itu, kalau gaji pejabat negara terlalu kecil, wibawa dan gengsinya juga kurang. Akibatnya, yang mau jadi pejabat negara biasanya cuman orang yang kualitasnya ecek-ecek, nggak memenuhi kriteria 3B (brain, beauty, behaviour). Halah, emang kontes Putri Indonesia, pake syarat 3B segala! Buktinya? Sampe sekarang negara kita nggak maju2 kan? Nah, pasti salah satu faktor yang bikin negara kita nggak maju2 itu ya karena kecilnya gaji mereka!

Jadi, relakan saja gaji mereka naik. Kalau perlu, mari barengi dengan doa: “semoga kenaikan gaji ini cukup memberikan dampak sistemik dalam meningkatkan motivasi mereka”. Siapa tahu, tahun depan negara kita lebih maju daripada negara tetangga lainnya! Nah, kalau nggak maju2 juga? Mungkin kenaikan gajinya kurang, tambah aja lagi! Siapa tahu berhasil! Kalau tetap nggak maju2 juga? Ya, yang sabar aja! Banyak2 nyebut! but…but..but…

Read Full Post »