Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juli, 2010

Coba perhatikan terjemahan dari Q.S. An Nahl ayat 14 berikut:

Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karuniaNya, dan supaya kamu bersyukur. 

Atau Q.S. Fatir ayat 12 berikut:

 Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dari masing-masing laut ini kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karuniaNya dan supaya kamu bersyukur.

Atau penggalan Q.S Almaidah ayat 96 berikut:

Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagaimana makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan…

Apa yang dapat anda hayati dari bunyi ayat tersebut? Ya betul, seharusnya Indonesia sebagai sebuah benua maritim jangan pernah menyia-nyiakan sumberdaya lautnya. Allah telah memerintahkan kita untuk mencari (keuntungan) dari karuniaNya yang berupa lautan dan segala sumberdayanya ini, baik itu ikan, perhiasan (mutiara, kerang-kerangan, dll), dan bahkan memanfaatkan laut untuk transportasi.

Ayat ini seharusnya dibaca dan diresapi maknanya secara mendalam oleh seluruh jajaran yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan, supaya mereka memiliki motivasi yang tinggi dalam membangun sektor kelautan dan perikanan laut di Indonesia. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo kita beribadah dengan menjadikan laut sebagai sarananya!

Iklan

Read Full Post »