Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘science and technology’ Category

Berikut ini adalah infografis yang khusus menyoroti pulau reklamasi C, D, dan G dan usulan rekomendasi untuk meminimalkan dampak ke lingkungan.

Btw, khusus untuk Pulau G, keberadaan PLTU/PLTGU beserta sistem sirkulasi limbah air hangatnya saja sudah memberikan beban ke perairan yang ada di situ, lha koq ini malah mau ditambah..

infografis_reklamasi_pulau_cdg

Iklan

Read Full Post »

Masih tentang reklamasi di Teluk Jakarta, berikut saya share salah satu laporan teknis yang pernah saya susun terkait reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta, semoga bermanfaat.

https://www.researchgate.net/publication/315805865_Laporan_Teknis_Bidang_Hidrodinamika_dan_Geomorfologi_Tim_Kajian_Kegiatan_Reklamasi_Balitbang_KP_Simulasi_Model_Hidrodinamika_dan_Dispersi_Termal_di_Teluk_Jakarta_Pra-_dan_Pasca-reklamasi_17_Pulau

 

Read Full Post »

Ini bukan mau menakut-nakuti, hanya sekedar berbagi informasi saja berkaitan dengan datangnya musim penghujan 2011 yang kebetulan berbarengan dengan La Nina yang sepertinya masih akan terus berlanjut hingga pertengahan 2011. Menurut informasi yang dikeluarkan oleh Climate Prediction Center (CPC), kondisi La Nina akan semakin menguat di Nopember 2010 hingga Januari 2011, dan baru kemudian akan perlahan-lahan melemah. Bahkan menurut perkiraan yang dibuat oleh Climate Forecast System NCEP, La Nina berpotensi terus berlanjut hingga datangnya musim panas di BBU.

Kita tahu bahwa La Nina yang bersamaan dengan musim hujan akan menyebabkan curah hujan yang di atas normal di sebagian besar wilayah Indonesia. Hal ini juga dapat dilihat dari data radiasi balik gelombang panjang yang menunjukkan adanya peningkatan konveksi di wilayah Indonesia.

Kita sudah sangat paham bahwa hujan deras sebentar saja sudah bisa membuat jalan-jalan di DKI Jakarta dan kota-kota besar lainnya tergenang, dimana hal ini salah satunya disebabkan oleh banyaknya sampah yang dibuang sembarangan ke saluran air ditambah buruknya sistem drainase. Sementara itu, di wilayah-wilayah di sekitar perbukitan/pegunungan dan daerah-daerah bertebing, kita juga harus mewaspai potensi terjadinya banjir bandang dan tanah longsor. Hal ini harus menjadi perhatian kita karena kerusakan ekosistem saat ini sudah cukup parah, dimana salah satunya adalah akibat maraknya pembalakan liar.

Jadi, seperti peribahasa nenek moyang kita, tidak ada salahnya jika kita mulai “sedia payung sebelum hujan” sedini mungkin agar dampak negatif dari musim hujan yang berbarengan dengan La Nina ini dapat diminimalkan.

Read Full Post »

Akhir pekan lalu saya baru mendapat kiriman buku dengan judul “Guide to best practices for ocean acidification research and data reporting” dari European Project on Ocean Acidification (EPOCA). Buku ini diberikan gratis dan sengaja saya pesan karena di 2011 BROK akan melakukan kegiatan riset yang berkaitan dengan ocean acidification atau pengasaman laut. Sebagai bidang riset yang relatif masih baru dilakukan di Indonesia, buku ini akan sangat memberikan manfaat yang signifikan karena banyak memberikan teori-teori dan metode-metode pengukuran yang dibutuhkan demi berhasilnya riset ini.

Bentuk PDF dari buku ini sebetulnya bisa diunduh secara gratis di sini, tetapi karena EPOCA juga memberikan tawaran untuk bisa mendapatkan secara gratis hard copy-nya, maka saya pun memesan satu. Buku ini dibagi dalam 15 bab yang membahas secara lengkap riset di bidang ocean acidification. Tak hanya itu, dari buku ini saya juga dapat melihat daftar pustaka yang lengkap yang selanjutnya bisa kami gunakan dalam kajian pustaka sehingga kami dapat menghasilkan penelitian yang benar-benar bermutu dan dapat memenuhi kebutuhan dasar ilmiah yang sangat diperlukan ketika membahas tentang perubahan iklim seperti yang sudah pernah saya singgung di postingan saya sebelumnya.

Read Full Post »

Seharusnya hari Kamis tanggal 2 Desember 2010 yang lalu saya diundang jadi pembicara di acara Seminar Poseidon 2010 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Oseanografi ITB. Sayangnya, bertepatan dengan acara itu saya harus mengikuti acara Diklat PPAKP tingkat manajerial di Nusa Dua Bali, jadi terpaksa deh harus “mengutus” Kasi Tata Operasional BROK untuk mewakili saya. Seminar ini mengambil tema “Mitigasi dan Adaptasi Kelautan Indonesia”.

Dalam slide untuk acara seminar ini saya mencoba untuk sedikit membahas tentang pemanasan global dan potensial dampaknya pada sektor kelautan di Indonesia. Kebetulan sejak 2010 ini BROK mendapat tugas dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir untuk melakukan penelitian di bidang perubahan iklim, terutama dalam hal penyediaan dasar ilmiah yang berkaitan dengan perubahan iklim. Dasar ilmiah ini memang sangat perlu untuk disusun sehingga Indonesia bisa berbicara dengan dasar yang kuat tentang perubahan iklim dan langkah-langkah mitigasi dan adaptasinya di forum-forum internasional.

Sebelumnya, di Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (PIT ISOI) ke-7 di Bangka Belitung 6-7 Oktober 2010, saya juga sempat memaparkan hasil penelitian yang berkaitan dengan perhitungan fluks karbon di perairan Indonesia menggunakan data penginderaan jauh dan pendekatan empirik. Tahun 2011 ini, setelah mendapatkan hasil yang membuat penasaran di 2010, BROK akan melanjutkan penelitian tentang karbon laut ini dengan menggunakan model biogeokimia laut seperti yang sudah saya ceritakan sekilas di sini.

Read Full Post »

Finding NEMO

Yes! Akhirnya, setelah seminggu ini kurang tidur, telat makan siang, dan harus pulang kantor malam-malam, berhasil juga saya meng-compile Nucleus for European Modelling of the Ocean (NEMO). Cukup memakan waktu juga rupanya, tentu saja di luar kesibukan rutin di kantor yang tidak bisa ditinggalkan. Banyak hal harus saya lakukan, mulai dari tambah library ini itu di Linux, sampai harus googling sana-sini cari solusi dari pesan-pesan kesalahan yang muncul saat compiling.

Oh iya, sengaja kali ini saya konsen ngoprek NEMO karena tahun depan saya punya riset yang harus menggunakan model numerik dan saya melihat NEMO memenuhi kriteria untuk digunakan di riset itu.

So, karena proses compiling sudah tidak ada masalah, hal berikutnya yang harus saya lakukan adalah mempelajari manualnya dan teori-teorinya untuk dapat segera menerapkan model ini di riset saya. Sebagai langkah awal, ada beberapa exercise yang dapat saya gunakan untuk “learning by doing”.

By the way, kalau ada yang sudah berpengalaman dengan NEMO, silahkan tinggalkan comment di sini ya, nanti saya akan hubungi untuk berguru…

Read Full Post »

Coba perhatikan terjemahan dari Q.S. An Nahl ayat 14 berikut:

Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karuniaNya, dan supaya kamu bersyukur. 

Atau Q.S. Fatir ayat 12 berikut:

 Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dari masing-masing laut ini kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karuniaNya dan supaya kamu bersyukur.

Atau penggalan Q.S Almaidah ayat 96 berikut:

Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagaimana makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan…

Apa yang dapat anda hayati dari bunyi ayat tersebut? Ya betul, seharusnya Indonesia sebagai sebuah benua maritim jangan pernah menyia-nyiakan sumberdaya lautnya. Allah telah memerintahkan kita untuk mencari (keuntungan) dari karuniaNya yang berupa lautan dan segala sumberdayanya ini, baik itu ikan, perhiasan (mutiara, kerang-kerangan, dll), dan bahkan memanfaatkan laut untuk transportasi.

Ayat ini seharusnya dibaca dan diresapi maknanya secara mendalam oleh seluruh jajaran yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan, supaya mereka memiliki motivasi yang tinggi dalam membangun sektor kelautan dan perikanan laut di Indonesia. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo kita beribadah dengan menjadikan laut sebagai sarananya!

Read Full Post »

Older Posts »